Senin, 17 November 2014

Pembalut dan Kanker Serviks...

Kanker Serviks.............
Mendengarnya saja sudah membuat ngeri, apa lagi sampai mengalami....
Semoga saja kita terhindar dari penyakit ini.

Menurut informasi yang saya dapatkan kanker ini menduduki ringking tertinggi bagi wanita. Artinya banyak sekali wanita yang di vonis mempunyai penyakit ini. Artis aja banyak....

Sebenarnya kanker ini bisa terdeteksi sejak awal, jika saja pola kebersihan, pola makan dan pola hidup sehat kita terjaga. Tanda-tanda tidak wajar, seperti mengalami keputihan yang menimbulkan bau tak sedap, berwarna, sangat perlu kita waspadai dan tentunya bisa dijadikan alasan kuat untuk segera melakukan pemeriksaan.
#biasanya kalau tidak sakit, tidak ada keluhan kita akan malas untuk melakukan pemeriksaan.

Kesehatan dan kebersihan alat kelamin wanita hendaknya mulai diperhatikan sejak dini. Sejak kecil, anak perempuan kita harus sudah kita ajari bagaimana cara membersihkan kelaminnya dengan benar. Contohnya saja cara cebok, sehabis BAK atau BAB. Harusnya arah membersihkannya dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Karena hal ini akan membawa kuman yang berasal dari dubur ke depan, dan bisa jadi akan masuk ke lubang kemaluan.

Menginjak usia remaja, ketika anak perempuan kita sudah mengalami menstruasi, sebaiknya ajari memilih dan menggunakan pembalut yang aman dan benar. Karena kebanyakan pembalut yang dijual di pasaran berasal dari bahan daur ulang dan menggunakan obat atau zat kimia, seperti pemutih. Biasanya cirinya harganya murah.

Tips menggunakan pembalut :

1. Gunakanlah pembalut ini dalam rentang waktu tidak lebih dari dua jam.
2. Atau bisa kita siasati dengan menggunakan dobel CD, dengan maksud pembalut ini tidak langsung menyentuh kulit atau nempel pada kemaluan.
3. Atau bisa membeli pembalut yang harganya lebih mahal, karena bahan yang digunakan biasanya lebih aman.
4. Atau menggunakan cara lama, seperti memakai tampon atau orang menyebutnya pelana kuda. Ini malah lebih aman.

Sedangkan bagi pasangan suami istri, di samping cara-cara di atas, hendaknya keduanya menjaga kebersihan organ intimnya. Membersihkannya sebelum dan sesudah melakukan hubungan suami istri, menjadi sebuah kewajiban bagi keduanya. Karena biasanya malas, atau mandinya jam 5 sore ketemu nya masih nanti jam 11 malam, rentang waktu ini bisa dimungkinkan kondisi kebersihannya diragukan. Maka sediakan waktu untuk bersih-bersih terlebih dahulu.

Di samping itu perlu melakukan Pap Smear minimal setahun sekali bagi istri. Hal ini mampu mendeteksi lebih dini keberadaan sel kanker. Sehingga penanganannya pun akan lebih mudah.
untuk bagaimana caranya atau prosedurnya bisa ditanyakan kepada para ahli.

Para ahli juga menyatakan ada rekomendasi baru untuk pap smear, yang dibedakan menurut kelompok usia dan riwayat kesehatan. Di antaranya:

1. Perempuan antara usia 21-65 tahun dapat memperpanjang skrining kanker serviks-nya setiap 5 tahun jika menjalani tes human papilloma virus (HPV) pada saat yang sama seperti pap smear. Infeksi HPV adalah salah satu penyebab utama kanker serviks.

2. Perempuan yang usianya melebihi 65 tahun dan pernah melakukan skrining sebelumnya dan dinyatakan tidak berisiko tinggi dan tidak perlu lagi melakukan pap smear.

3. Perempuan di bawah usia 30 tahun tidak boleh menjalani tes HPV. Karena infeksi sangat lazim pada perempuan usia muda tapi bisa sembuh tanpa harus diobati.

4. Perempuan yang telah menjalani histerektomi dengan pengangkatan leher rahim dan yang tidak memiliki riwayat kanker serviks atau prakanker tidak perlu diskrining, karena risiko yang terkait dengan skrining lebih besar daripada manfaatnya.


Masih banyak info seputar Kanker Servik ini, saya hanya punya sedikit, tapi semoga bermanfaat.
Yuks mulai membekali anak-anak kita dengan info sehat seperti ini, demi kesehatan dan kwalitas hidup yang lebih baik.


Sabtu, 15 November 2014

Rp. 50,-

"Jreng...jreng....jreng..."
"Tombo ati... iku ana 5 perkoro......" bla bla bla....

Itulah syair pengamen yang selalu dilantunkan setiap kali mampir didepan rumah, dan dengan antusias Ismail mencari recehan untuk diberikan kepada pengamen.
Saya selalu memperhatikan pengamen ini, selalu saja ketika mampir di depan rumah lagu yang di nyanyikan lagu-lagu religi,
Yang menjadi mengherankan dan sedikit kesal, dia selalu melewatkan rumah sebelah, tanpa pernah menghampirinya.

Terkadang kami kesulitan menemukan recehan untuk memberikannya kepada pengamen, karena seringnya recehan selalu masuk dalam celengan Ismail. Al hasil kadang hanya ditemukan recehan Rp. 200,- atau Rp. 100,-. Biasanya pengamen akan ngrundel dan ngomel sedikit, Tapi mau dikata apa....

Namun menurut saya pengamen itu enak cari uangnya, hanya sekedar jrang jreng saja serumah mereka bisa mendapatkan uang recehan minimal Rp. 500,-. Coba dikalikan dengan sejumlah rumah se RT saja sudah berapa??? Kalau yang dilewati 10 rumah saja sudah dapat Rp. 5000. Dan dalam sehari mereka bisa mendapatkan lebih banyak.

Coba sekarang kita bandingkan dengan pengusaha foto copy an. Selembar foto copy an seharga Rp. 150 rupiah. Diawal usahanya membutuhkan modal yang tidak sedikit, modal mesin Foto Copy an sudah berapa jut, kertas, tenaga, listrik dan lain sebagainya. Artinya memang usaha ini membutuhkan ketelatenan dan keuletan untuk mendapatkan hasil yang memadai, sebanding atau bahkan menghasilkan keuntungan yang besar bagi mereka.
Intinya mereka mengumpulkan Rp, 150.- per transaksinya.

Coba kalau pengamen Rp, 500,-.....

Masih enakan pengamen khan???
Selisih yang didapatkan berapa coba????


Sekarang.... bagi para penjual pulsa. Modal mereka juga tidak sedikit, Hp, Deposit, waktu, tenaga, dll.... Setiap transaksi mereka mendapatkan Rp. 1000 itu paling banyak.
Namun kalau mereka menjadi BOS, atau yang punya Dowlen mereka hanya mendapatkan keuntungngan Rp. 50,- setiap transaksi.
Bagi yang baru mencoba usaha ini tentunya akan merasa " ah untungnya kecil sekali..." Seperti ngumpulin recehan terkecil serupuah demi serupiah.

Untuk mendapatkan komisi Rp. 500, mereka harus mendapatkan proses transaksi sekitar 10 kali.
Kalau pengamen?? Rp. 500,- bisa didapatkan dari jreng-jreng di depan satu rumah...
Masih enak pengamen khan...?

Betapa berharganya rupiah demi rupiah yang kita kumpulkan, sehingga menjadi sangat berharga sekali jenis usaha apakah yang akan kita geluti.

Hal ini membuat saya sedikit tidak begitu respon dengan para pengamen, atau bahkan para peminta-minta dijalanan, Terlebih kalau melihat postur tubuh mereka yang keker dan sehat, bugar.
Ibaratnya demi Rp. 500 saja harus mendapatkan 10 transaksi, atau untuk mendapatkan Rp. 500,- harus meng copy 3-4 lembar kertas foto copy an.

Bagaimana dengan pengamen????

Hehehehe..... itu menurut saya, bagaimana dengan anda???

Rabu, 12 November 2014

Rempong: KB Kalender

Rempong: KB Kalender: Banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana bisa cepat hamil, dan bagaimana cara menjaga jarak kehamilan. Bagaimana bisa punya anak laki-la...

KB Kalender

Banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana bisa cepat hamil, dan bagaimana cara menjaga jarak kehamilan. Bagaimana bisa punya anak laki-laki atau perempuan.
Biasanya saya akan memulai menanyakan apakah jadwal menstruasinya teratur atau tidak, kalau teratur akan mudah menghitungnya, tapi kalau jadwal mens nya kacau ya... saya sendiri tidak tau harus bagaimana.

Berawal dari pengalaman bagaimana tidak nyamannya mempunyai anak lebih dari 3....*hehe. Namun tidak bisa berbuat banyak ketika alat kontrasepsi mengganggu kehidupan rumah tangga. Bertekad untuk belajar memahami bahasa tubuh, maka saya banyak baca buku (judulnya lupa) dan juga cari info ke mbah Google. Al hasil saya mendapatkan banyak ilmu, salah satunya bagaimana cara menghitung masa subur kita para kaum wanita melalui KB Kalender.

Awalnya merasa pesimis, namun, saya selalu berdoa, semoga pilihan saya kali ini bisa benar-benar terbukti. Saya mulai menggunakan KB Kalender 3 tahun yang lalu, meski kemudian saya masih tetep harus hamil kembali, namun pengalaman meneteksi masa subur saat itu bisa saya jadikan pelajaran.
Memang ketika lepas alat kontrasepsi suntik 3 bulanan, saya mengalami menstruasi yang sangat panjang dan hampir saja mengalami anemia berat. Saya jadi kesulitan menghitung masa subur saya, sehingga kehamilan ke 4 pun terjadi. Setelah melahirkan anak ke 4 saya masih memberanikan diri untuk tidak ber KB hormonal, karena merasa memang tidak cocok. Sehingga mulailah saya belajar kembali bagaimana memahami bahasa tubuh saya, memahami anugrah imu yang diberikan Allah, meski selalu was-was, takut kalau akan hamil lagi.
Dari yang saya baca dan saya teliti sendiri, memang tubuh kita sebenarnya sudah mempunyai sinyal, ketika masa-masa subur itu terjadi.

KB Kalender
Siklus Menstruasinya 7 hari atau normal setiap bulannya selalu mens, dengan jarak hari tertentu, 28,29,30 atau 31 masa yang paling lama
Perhitungannya adalah ketika hari pertama kita menstruasi itu kita anggap sebagai tanggal 1 sampai hari ke 7 atau tanggal 7 ketika mens selesai. Kemudian hari selanjutnya yaitu tanggal 8,9,10 merupakan masa kering, dimana masa ini lendir servik belum bisa terdeteksi. Pada masa ini pasangan suami istri bisa melakukan hubungan dengan aman, meski tanpa pengaman apapun, Dan kemungkinan terjadinya pembuahan kecil sekali.

Kemudian ketika tanggal 11- 17 ini memasuki masa subur namun masa puncak kesuburan terjadi pada tanggal 14, hal ini bisa dikuatkan dengan pengecekan lendir servik yang biasa didapati kaum hawa, ciri launnya, jika lendir ini direntangkan maka akan susah putus, warnanya seperti putih telur.
Pada masa subur ini bagi yang menghendaki kehamilan sangat disarankan melakukan hubungan suami istri, namun bagi yang tidak menghendaki harus puasa seks. Kalau pun memang menghendaki, maka lakukan hubungan dengan pengaman. Biasanya pada masa subur ini gairah seks akan meningkat *.

Pada masa subur ini jika terjadi pembuahan kemungkinan bayi yang akan lahir perempuan, namun ketika pada tanggal 14 atau masa puncaknya, maka bayi yang lahir laki-laki. *teorinya begitu..
Adapun pada tanggal selanjutnya 18 sampai menjelang menstruasi bulan selanjutnya disebut masa kering. Sama seperti pada awal masa kering setelah selesai menstruasi, pada masa ini hubungan yang terjadi tidak akan menghasilkan pembuahan. Jadi aman-aman saja jika melakukan hubungan suami istri tanpa pengaman, tentunya bagi yang tidak menghendaki kehamilan.

Untuk lebih sukses KB sistem ini, para istri sangat membutuhkan dukungan dari suami. Baik yang menghendaki kehamilan maupun yang tidak menghendakinya. Kerjasama keduanya akan menghasilkan kebahagiaan.....
Terlepas bahwa semua itu adalah kehendak Allah, kita sebagai manusia memang wajib berusaha, dan mempelajari ilmu yang sebenarnya sudah diberikan Allah.

Tips menggunakan KB Kalender ini bisa dilakukan, ketika tubuh wanita/istri memang sudah tidak bisa menerima KB hormonal, atau masih selalu was-was atau takut memakai IUD. Mengingat sebenarnya penggunaan KB Hormonal itu pun harus di beri jarak, artinya harus berhenti sejenak, untuk memberi kesempatan tubuh normal kembali. Terlepas dari efek samping KB hormonal, KB Kalender ini bagi saya saat ini adalah yang paling nyaman. Kalaupun toh nanti masih ada momongn lagi, ya,.. pasrah.... Intinya usaha telah dilakukan, selanjutnya kehendak Allah lah yang Maha Kuasa.

Padaakhirnya saya hanya bisa memberikan sedikit info ini kepada pembaca, selanjutnya silahkan bisa dicari info lagi yang lebih mantap. Untuk menentukan pilihan anda.
terimakasih sudah membaca tulisan saya. Kiranya sudi pembaca menginfokan kepada teman, saudara, kerabat atas info ini.

Kamis, 23 Oktober 2014

Menyapih Anak ??

" Mimi ...aci... mimi aci..." 
senandung Ismail disaat-saat ini, menjelang usianya 2 tahun, sebenarnya membuat hati sedih, tapi juga bangga. Sedih karena harus segera menyapihnya, Bangga karena dia melampiaskan keinginan minum ASI nya dengan bersenandung. Lucu sekali mendengar dan melihatnya, sambil bergoyang-goyang. Kadang diiringi dengan musik, seperti memukulkan benda disekitarnya, atau alat musik rebana kecil miliknya. Kadang sampai teman-teman PAUD nya ikut tertawa, dan menirukan juga.

Pada umumnya anak jika mau di sapih akan rewel luar biasa, karena sering kita jumpai cara menyapihnya dengan langsung atau seketika saat itu juga. kadang dengan menakut-nakuti anak dengan mengoleskan obat-obat tertentu di punting. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan kepada anak tentang berbohong.
Namun bagi saya tidak demikian, menyapih adalah proses di mana anak akan merasa kehilangan kesempatan lebih sering berdekatan dengan sang ibu. Sehingga ini akan mengganggu kejiwaan mereka. Jika kita melakukannya secara tiba-tiba maka hal ini akan membuat anak merasa ditinggalkan, terluka perasaannya.

Biasanya saya akan melakukan secara bertahap ketika akan menyapih anak.
Setiap tahun kita pasti melalui bulan Ramadhan. Momen inilah yang selalu menjadi momen penting dalam proses awal menyapih anak-anak saya. Pada bulan ini biasanya saya akan mulai menjarangkan memberi ASI. Istilahnya mengatur jadwal yang baru untuk anak. Kalau biasanya sehari berjeda 3 jam 3 jam, maka bulan Ramadhan ini mulai di tambah lama jedanya, misal menjadi setiap 5 jam sekali baru minum ASI. Karena semakin bertambahnya usia anak maka kebutuhan ASI sudah tidak sepenting masa-masa awal. Jumpah produksinya pun akan semakin berkurang, terlebih di bulan Ramadhan biasanya saya ikut berpuasa, sehingga akan terasa sekali jumlah ASI yang diproduksi semakin sedikit. Anak akan merasakan juga, kalau ASI ibunya itu semakin sedikit dan berasa kurang enak, sehingga yang sering saya alami anak akan lebih suka makan atau minum yang lainnya, dari pada minum ASI ibunya.

Setelah berlalu bulan Ramadhan, bukan berarti jadwal yang telah kita buat dengan anak kemudian kembali lagi, yang semula sudah bisa 5 jam sekali ya harus tetap 5 jam sekali. Bahkan kalau bisa sudah mulai ditambah setengah jam lagi, atau bulan berikutnya menjadi 7 jam sekali. Istilah mudahnya adalah menjarangkan frekuensi menyusu anak. Jika saja dalam sehari anak menyusu 6-7 kali, maka secara bertahap anak di latih untuk semakin jarang. Menjadi 4-5 kali dalam sehari. begitu terus sampai pada akhirnya pas saat nya anak genap berusia 2 tahun tak terasa anak sudah bisa mkita sapih dari minum ASI.

Biasanya konsekwensi dari menjarangkan minum ASI ini, anak akan lebih suka minta susu, atau makan yang lain. maka berikanlah makanan yang tinggi protein dan vitamin. Berkan makanan yang bergizi tinggi, dan biasanya anak lebih suka ngemil. maka sediakan cemilan yang sehat.Hindari makanan yang banyak mengandung pemanis, pewarna, pengawet, pengembang, MSG. 
akan lebih baik jika cemilan itu berupa buah atau lauk-pauk. kalaupun akan memberikan biskuit maka pilihah biskuit yang aman, karena saat ini makin banyak biskuit yang memakai pengembang yang banyak dan MSG. dengan alasan lebih gurih dan terlihat lebih besar.

Jadi mulai sekarang tinggalkan kebiasaan menyapih anak dengan cara-cara yang menyakiti jiwa anak, membohongi anak, dengan mengatakan punting ibu sakit, berdarah dan lain sebagainya.
Menyapih anak itu mudah....

Kamis, 12 Juni 2014

Sebuah Status (lanjutan....)


"Apa alasan kalian bercerai......."
Pertanyaan itu tersimpan cukup lama dalam benakku, ku tunggu jawaban dari keduanya.
"Kalau aku bu... karena istriku yang meminta, istriku yang dulu suka sekali belanja, ke salon, dan semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga aku merasa nggak sanggup, alasan dia menggugat aku karena aku sebagai suami tidak bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Anakku satu bu, dan ikut bersama ibunya. Sampai saat ini aku sendiri tidak pernah bisa menjumpainya."

"Sedangkan aku, karena suamiku yang dulu hobi karaokenan bu, hatiku sangat sakit, aku sebagai istri nrimo dirumah, momong anak, aku berfikir ketika hidup didesa itu menyenangkan, suami kerja, aku nunggu dirumah, merawat anak-anakku. tapi setelah mengenal kehidupan kota tak taunya....."
Sedikit terlihat raut wajah yang sedih dan aku melihat beban yang dimilikinya begitu berat.

"Kecurigaanku bermula dari kebiasaan suamiku kok berubah, semakin sering tidak pulang. Saat itu anakku yang pertama sudah hampir 3 tahun, dan aku sedang hamil tua. Pulangnya semakin malam, kemudian aku melakukan pencarian dengan bertanya kepada temannya. Ku dapati informasi yang sangat mengejutkan dari teman suamiku, ternyata kalau malam suamiku sering sekali bahkan sangat suka karaokenan, tidak hanya sekedar itu, dia ku jumpai sedang bercinta dengan perempuan nakal. Seperti disambar petir, aku pun langsung minta cerai bu... Aku tidak peduli dengan kondisi kehamilanku, sudah tidak ada gunanya lagi pernikahan ini dipertahankan...."

Aku terkejut dengan cerita Ayu, dan semakin memilukan mendengar kelanjutan ceritanya.
"Pernah bu...... sambil menunggu keputusan pengadilan dan surat cerai itu resmi keluar, aku diajak ketemuan dengan suamiku, katanya akan membicarakan baik-baik bagaimana dengan anak-anak kita. tapi bu......(sedikit terisak......) dengan niat baik aku bersama anak pertama ku gandeng sedang yang kedua yang baru saja lahir dan ku susui kubawa mereka bertemu bapaknya, tak disangka bu ditempat yang telah dijanjikan suamiku sudah menunggu dengan keluarga besarnya, dan tanpa menyapa baik-baik, anak anak ku direbut bergitu saja dariku, sampai si kecil ditarik begitu aja dari gendonganku yang saat itu sedang aku susui...."
Masya Allah...... sampai seperti itu....... aku ingin menangis mendengar cerita Ayu, seandainya itu aku aku sendiri tidak tau harus berbuat seperti apa...............

" Begitu Pak Bu cerita hidup saya dengan mas Wahyu, jadi dari cerita ini saya sangat berharap, Hani mempertimbangkan kembali hubungannya dengan laki-laki yang dicintainya, karena status laki-laki itu belum jelas, kalaupun cerai seharusnya HAni menerima terlebih dahulu surat resminya. Dan perlu dipertimbangkan kembali tentang tabiat laki-laki itu, karena berdasarkan informasi yang kami terima, kelakuannya jelek sekali, begitu tidak menghargai dan menghormati wanita, dan cenderung kasar, terhadap anak didiknya saja dia berani memuluk, bagaimana nanti dengan Hani........"

Aku masih diam mendengarkan dan menyimak mereka berbicara, otakku masih terus bertanya-tanya, dan masih belum terpulihkan dari rasa terkejut dengan cerita Ayu....

"Kami tidak ingin Bu ...Pak Hani mengalami hal yang sama dengan kami, biarlah kami saja yang mengalami masa-masa yang pahit seperti ini, Hani jangan sampai mengalaminya..."

"Tuh....Han dengarkan temen-temenmu, mereka sayang padamu,  jauh-jauh mereka dolan kesini hanya untuk menasehatimu, supaya kamu tidak melakukan tindakan bodoh...Bapak dan ibu juga berharap kamu bisa menentukan pilihan yang baik, sudah jelas, laki-laki itu tidak baik, janganlah kau dekati lagi......"

"Tapi aku suka Pak...Bu...." kata Hani
" Tidak boleh.,.....!!!! kalau sampai hubungan ini kamu teruskan kamu tidak akan aku anggap sebagai anak lagi...." Wooow.... sang ibu sudah mulai murka aku yan dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka , mulai harus mengambil suara nih...hehehe

" Maaf Pak....Bu.... perkenankanlah saya bicara,.... sepertinya cinta Hani kepada teman laki-lakinya ini memang sudah bener-bener, sebaiknya kita beri saran yang lebih baik dan lebih bijak.... Menurut saya sebaiknya Hani harus melakukan pemantauan dulu terhadap temannya ini, seberapa jauh sebenarnya keseriusannya, kalau memang serius maka harus mampu menunjukkan surat resmi cerainya.... jadi secara hukum Hani akan kuat..."
"kedua.... Hani harus melakukan invetigasi dan mencari tau seperti apa laki-laki ini baik kah akhlaknya terhadap orang tuanya, keluarganya atau siapapun, bagaimana pekerjaannya, secara vinansial mampukah menopan kehidupan berumah tangga nantinya ...... namun dibalik semua itu ada yang lebih khusus harus dilakukan Hani dan Bapak Ibu..... yaitu lebih mendekatkan diri kepada Allah, Insya Allah nanti akan ditunjukkan jalan. Pilihan mana yang paling baik itulah tentunya yang akan diberikan Allah....,,,"

Sejenak semua terdiam begitu aku menyelesaikan kalimat terakhirku...... seperti mamah Dedeh saja qiqiqiqi...

"Tapi Bu... saya masih tidak rela kalau anak kami ini menjalin cinta dengan laki-laki itu, saya sendiri sudah melihat sendiri bagaimana kelakuannya... jadi saya tidak akan setuju..."  kata Bapak.

"Ya ..... marilah kita sama-sama mendoakan dan meminta pak, usaha kita perlu dilakukan, disamping mendekatkan diri kepada Allah, Hani juga harus  mulai menjaga jarak dengan laki-laki itu, supaya ketahuan seberapa besar sih sebenarnya dia mencintai Hani, tentunya hal ini sepenuhnya di tangan Hani.....Kalau dia baik dan serius, dia akan segera menyelesaikan urusan hukumnya, dan sudah jelas secara hukum....."

............


#sokneh

Rabu, 21 Mei 2014

Sebuah Status

Melihat wajahnya seakan tak percaya, bahwa ternyata wanita ini menyimpan cerita yang sangat mengejutkan. Awal perjumpaan ku dengan nya, aku mengira dia wanita yang masih singgel, masih gadis dan baru lulus SMU. Penampilannya sederhana, lebih terlihat maco, suka sekali memakai minyak kayu putih. Hampir satu tahun aku menjalin komunikasi denganya, namun baru beberapa hari yang lalu, aku mengetahui cerita hidupnya, yang bagiku sangat luar biasa.
.......
"Maaf bu, kedatangan kami ke sini bermaksud baik, sama sekali tidak ada kebencian, kami kemari ingin memberikan nasehat kepada putri ne Njenengan..... (mulai terdengar nada yang meninggi dan gemetar...)... Semua tuduhan yang Hani sampaikan lewat sms kepada saya sama sekali tidak membuat saya sakit hati, bahkan dendam. Saya sangat paham, isi sms itu lebih pada ungkapan kemarahan, kekecewaan, oleh karena itu saya memakluminya. Saya sangat sayang dengan Hani, dan sudah menganggapnya seperti adik saya sendiri, karenanya saya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada Hani. Seperti halnya apa yang terjadi kepada saya dan suami...."

Mulailah aku menangkap sinyal "ada rahasia" hidup yang bakal terungkap disini, aku harus siap mendengarnya dan tetap bersikap netral dan menjadi penengah, seperti tujuanku kemari. Aku menjadi pihak yang seolah tidak tau dan mencoba memberikan pemahaman ke semua pihak.

"Pak, Bu dan Bu Mar..... ketahuilah bahwa kami ini sebenarnya baru dinikahkan kemarin sore..."
Waaauuuuu.... seperti tersambar petir, lalu bagaimana dengan si kecil Rahmat, siapa laki-laki yang bersama Ayu...apa status mereka, dan masih banyak pertanyaan yang seketika bergelanyutan di fikiranku. Namun  dengan sabar aku menutup mulut dan kembali menenangkan diriku dan mendengarkan kelajutan cerita Ayu.

"Saya itu janda beranak dua, dan mas Wahyu duda beranak satu, kami sama-sama bercerai setahun yang lalu, dan resmi menikah kemarin, Rahmat anak kami berdua, sebelum terdaftar di catatan sipil, kami sudah menikah secara agama, sambil menunggu surat cerai kami berdua selesai diproses. Makanya kami berdua tidak menginginkan nasib yang sama terjadi pada Hani, pak, bu,.... Kalau memang Hani mencintai temen laki-lakinya itu maka harus jelas dulu apa status nya, jangan sampai Hani dipermainkan, dan ditinggalkan begitu saja, setelah hal-hal buruk terjadi dengan Hani.... "
Sejenak cerita Ayu terhenti dan mengalihkan pandanganya kepada saya " Bu Mar pasti terkejut kan, ya memang begini kisah hidup saya bu, biar Njenengan juga tau, saya itu dulu pernah hidup tidak bener, begitu juga dengan mas Wahyu...." Sambil masih dengan nada suara yang datar, dan santai saja, Ayu menceritakan kisahnya.
Tak kuat aku menahan pertanyaan akhirnya aku pun bertanya,
"Apa Alasan kalian berdua bercerai..."

Minggu, 30 Maret 2014

Bingkai Foto

Suara dering telephon membuatku terbangun, kulirik jam dinding, ternyata masih jam 02.00. Siapa yang telephon jam segini. Dengan malas ku langkahkan kaki menuju sumber suara yang sudah dari tadi menunggu untuk diangkat. Suara dari seberang tidak begitu jelas terdengar, hanya saja yang sempat aku tangkap adalah kabar berita yang membuat badanku lemas seketika. Gagang telephon terlepas dari genggaman tanganku, dan aku terduduk lemas.

====

Gemuruh suara kereta api yang berlalu lalang menemaniku dalam alam fikir yang tak menentu. Terbesit dalam fikiranku bagaimana dengan Rey...Aku harus segera menghubunginya, aku harus menjelaskan permasalahan ini, aku berharap dia akan mengerti keputusanku.
Kereta yang aku tunggu sebentar lagi akan berangkat, akan membawaku meninggalkan kota ini, kota yang selama hampir enam tahun kujelajahi bersama Rey. Kota yang memberikan kenangan begitu banyak dan tak akan pernah aku lupakan.
Maafkan aku Rey, aku harus meninggalkanmu. Semoga harapan dan cita-cita kita bisa terwujud bersama, akan aku sampaikan hal ini kepada orang tuaku.


Sepanjang perjalanan, aku terus membuat perencanaan menyiapkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Namun aku masih sulit untuk menerima kabar itu, seperti mimpi, tidak percaya dengan apa yang terjadi disana.

====


Hasna memandangi foto yang ada di tanganku dengan senyumnya yang manis. Yang dia yakini di dalam foto itu adalah aku, Bu Ira......., Foto Hasna yang sedang berlarian bergandengan tangan dengan seorang wanita. Kata Hasna, dia sedang bermain bersama ibunya, bermain kejar-kejaran di tepi pantai. Butiran-butiran air mata menggantung di kelopak mataku aku tak tega untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Hasna. Rahasia ini akan terus tersimpan namun sampai kapan.

Sudah hampir lima tahun aku membina rumah tangga bersama dengan kakak iparku. Perasaan yang dulu benci mulai berubah sayang dan mencintai kehidupan ini. Melihat anak kakakku yang semakin tumbuh besar dan selalu beranggapan akulah ibunya, membuat ku akan menjaga ikatan rumah tangga ini lebih erat lagi. Terlebih sekarang aku dikaruniai seorang bayi mungil, ganteng. Serasa lengkap kehidupanku saat ini. Mas Fais sudah berhenti dari hoby buruknya, dan mampu menunjukkan sikap tanggung jawabnya terhadap kami.

Rey.... maafkan aku, terlalu berat aku untuk meningalkan keluarga baruku biarlah cinta kita tersimpan dalam hati dan memori kenangan itu menjadi kenangan terindah dalam hidup kita masing-masing.


=====

Tubuh yang terbujur kaku itu adalah Mbak Ayu. Senyum di wajahnya menggambarkan bahwa dia bahagia meninggalkan dunia ini. Mungkin inilah yang terbaik yang telah ditentukan Allah, dengan mengambilnya, telah membebaskannya dari derita yang dialaminya sepanjang tahun. Kanker yang telah menemani sepanjang hidupnya telah berada di posisi puncaknya, Mbak Ayu tidak mampu melawan lagi.

Ku putar kembali memori kenangan bersamanya, saat dia sedang mempersiapkan pernikahan dengan Mas Fais. Aku tak suka dengan Mas Fais, laki-laki garang dan sangar itu membuatku takut. Kehidupannya yang penuh dengan minum-minuman keras dan grombolan preman membuat aku merasa tak rela melepaskan Mbak Ayu menikah dengannya. Namun itu tak mampu merubah keputusan Mbak Ayu untuk menikah. Perhelatan pernikahan berlangsung dengan sangat sederhana. Tanpa banyak halangan, acara dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar.

Di tahun kedua, keluarga kecil Mbak Ayu dikaruniai seorang gadis mungil yang lucu dan mengemaskan. Wajahnya mirip sekali dengan Mbak Ayu, matanya milik Mas Fais.

Diusia 2 tahun Hasna harus berpisah dengan ibunya, Mbak Ayu telah dipanggil Sang Pemilik Kehidupan. Dan saat itulah aku menggantikan posisi Mbak Ayu dalam kehidupan Hasna dan Mas Fais. Cinta itu akan tumbuh dan membuahkan rasa manis. Semoga ikatan baru ini menjadi amal ibadahku, meski aku tidak bersama orang yang aku cintai.

#Untuk temanku Ira....







Dilema.....

Memiliki anak adalah anungerah yang paling besar dalam setiap diri wanita. Meski seorang ibu itu pasti wanita namun tidak semua wanita bisa menjadi seorang ibu. Dalam hal ini yang berhubungan dengan reproduksi. Setiap kali hamil dan melahirkan ada kebanggaan tersendiri, namun juga sebuah beban yang tidak ringan untuk terus dipikul.

Hal inilah yang menjadi dilema bagiku. Aku suka sekali dengan anak-anak, seolah dunia itu begitu luar biasa dengan keberadaannya Namun sudah 4 anak yang dipercayakan kepadaku dan bagiku itu sudah banyak. Namun untuk melakukan pembatasan dengan menggunakan alat kontrasepsi tubuhku tidak bisa menerima. Sudah mencoba berbagai macam alat kontrasepsi namun selalu menemukan kendala dan masalah. Dan aku termasuk orang yang tidak sepaham dengan anjuran kontrasepsi stiril, pesan almarhum ayahku, jangan sampai melakukan hal itu, karena semua yang telah diberikan Allah sudah diatur fungsi dan ilmunya, jadi belajar dan berdoa saja....

Saat ini aku lebih belajar memahami bahasa tubuh sebagai pilihan untuk alat kontrasepsi, namun tidak kalah galaunya ketika tanggal yang seharusnya "palang merah" ternyata tidak nampak tanda-tandanya. Biasanya saat-saat seperti inilah, aku dan suami jadi bersitegang... an ini sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun. Hampir setiap bulan ada saat-saat dimana aku merasa marah, bingung, sedih dan juga pingin sekali menjauh dari suami. Kata orang sih kami adalah pasangan yang sangat subur, dekat sedikit aja sudah pasti jadi hehehe... 

Sebenarnya memang kita sebagai wanita harus terus belajar untuk mengetahui siklus tubuh kita. Terutama yang berkenaan dengan reproduksi. Dalam tubuh kita sudah diberi kelengkapan untuk melakukan pembatasan kehamilan secara alamiah. Maka begitu pentingnya mengetahui kapan kita biasa menstruasi setiap bulannya, kapan maju dan mundurnya, banyak dan sedikitnya. Hal ini berguna sekali untuk mengetahui masa subur kita.

Bagi yang tidak menghendaki kehamilan tentunya menghindari masa subur, tapi bagi yang menghendaki ya silahkan menikmatinya. Masa subur biasanya keinginan untuk bersama pasangan sangat tinggi, baik pihak suami maupun istri. Karena itulah "puasa" agar tidak kumpul itu sangat penting. Pengendaliannya tidak mudah, terlebih yang mempunyai pasangan yang tidak mampu menahan keinginanya, dan masih memaksakan dirinya, dengan dalih agama. Bahwa seorang istri itu harus melayani kapan pun suami menginginkan,...(alhamdulillah suami ku tidak demikian..).

Dilema saya antara tidak mau hamil lagi dengan tidak bisa memakai alat kontrasepsi karena faktor tubuh yang menolak, tentu tidak mudah ditemukan jalan keluarnya. Aku selalu berharap, ke depan akan ada trobosan baru untuk aku dan wanita-wanita yang menghadapi masalah yang sama. Supaya tidak membuat hati selalu was-was.

#