Selasa, 17 Januari 2017

Pacar Lama

Lenovo tiba2 bergetar..
"Ping"
Hemmm... Nama baru, sepertinya aku kenal.
"Pong"

Diseberang balik menjawab..
"Mbak... Bisa meet up ndak, pagi ini..."
"Maaf untuk hari ini belum bisa. Kalau besok bagaimana??"
"Oke deh, jam 09.00 ya... Di Delman."
"Oke"..

Anak ini kenapa tiba-tiba menghubungi aku,... Ada apa ya...

#
Pagi ini kuputuskan untuk menemui Laila, ibu muda yang sedang hamil anak kedua. Kuparkir motorku dihalaman Delman. Laila sudah menungguku, dengan penampilan yang santun dan memang mempesona.

"Sudah lama menunggu ya.."
"Iya mbak.. gak papa, aku tadi sambil ngantar anak."

Mulailah mengalir cerita Laila. Perasaannya sedang galau, maklum sebagai ibu muda yang ditinggal suami bekerja jauh, dengan dua anak, bertemu suami sebulan sekali. Kehamilan yang sudah semakin tua, dan tidak ditemani membuat Laila teringat seseorang yang pernah singgah di hatinya.
Sebenarnya aku tidak mau masuk kedalam cerita kehidupannya. Tapi aku mencoba memahami keadaannya.

"Mbak tau bagaimana kabar Watimena.."
"Tidak banyak yang aku ketahui tentang dirinya, yang jelas dia sudah kembali ke Timor Leste..."
"Aku tiba-tiba ingat dia mbak, entahlah,... Saat ini ketika aku merasa kalau suami suka marah-marah, Aku ingat dia. Aku kangen mbak..."
"Hemmm.... Lai... Kamu dan dia sudah bukan remaja lagi, tak sepantasnya kamu mengingat-ingatnya. Jalani kehidupan kalian sendiri-sendiri..."
"Aku cuma mau tau kabarnya saja kok mbak..."..
"Sudahlah... Dia baik-baik saja, nanti aku salamkan ya... Hehehe"
"Mbak... Aku merasa bersalah dengannya, aku dulu meninggalkannya karena kita beda keyakinan. Setelah itu aku mendengar kariernya hancur, ada perasaan bersalah sangat besar dalam diriku.."
"Lai... Semua itu bukan salahmu, ini pilihan, keyakinan tidak bisa dipaksakan.."
"Iya sih... Tapi aku bener bener kangen dia..."
Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Anakmu kelas berapa?"
"Kelas 2 mbak, ini aku sedang hamil, masuk bulan 8, bentar lagi lahiran.."

Sambil menikmati makan siang yang sudah tersaji, aku buka lenovoku..
Sebuah pesan masuk, dari Watimena. Ingin aku kabarkan padanya kalau aku sedang bersama Laila.. tapi kuurungkan. Dan kepada Laila pun aku tidak sampaikan. Laila dan Watimena memang dulu berpacaran, mereka termasuk pasangan yang awet. Sayangnya mereka beda agama. Dulu aku mencoba mengingatkan Watimena, tentang hal ini, tapi merekalah nanti yang akan menentukan. Dan akhirnya Laila yang memutuskan untuk berpisah.

"Mbak... Salahkan aku jika aku mengingatnya, dan berjumpa dengannya.."
"Lai... Sebaiknya kau tidak perlu menjalin komunikasi lagi dengan Watimena. Terlalu bahaya... Hubungan kalian yang dulu pastinya masih membekas. Lha kalau sekrang kalian terhubung kembali aku khawatir rumah tanggamu jadi kacau..
Sudahlah... Jangan berpikir yang aneh-aneh.. "
"Iya deh mbak..... Tapi aku begini karena suamiku juga pernah menyakiti aku mbak..., Dia pernah bersama wanita lain..."

Haduuuh... Ini namanya apa... Balas dendam...
Apakah kejadian seperti ini bisa menjadi alasan untuk melakukan perbuatan yang sama...


#pacar lama, perlukah muncul sebagai pahlawan???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar