Jumat, 06 Januari 2017

CLBK

Layaknya remaja belasan tahun, perasaan deg deg an bertemu teman lama itu muncul.
Merasakan kerinduan yang dulu pernah ada. Berharap bisa selalu bertemu dengan nya sepanjang hari.

Wow.... Cinta Lama Bersemi Kembali...😄 Rasanya masih seindah dulu, tapi yang ini lebih kencang debarannya...

Bagaimana tidak....
Kami telah sama-sama berkeluarga, sama sama sudah punya anak remaja. Hohoho... Itulah cinta. Tak memandang apapun.
Cinta itu tumbuh dan bersemi, menebarkan aroma wangi yang ingin selalu di nikmati.

Ya... Aku rindu dengannya, kerinduan yang sudah terpendam sejak 2 tahun lalu. Aku mencuri pandang, dan perhatiannya. Aku cemburu liat dia dekat dengan pemain orgen itu. Aneh memang, kenapa aku justru cemburu dengan pemain. Orgen ? Bukan dengan suaminya.
Dan kali ini aku tak ingin berdiam diri. Aku ingin dia tau. Aku akan sampaikan kerinduanku ini, aku akan sampaikan kecemburuanku padaya. Aku tak perduli dengan apa yang akan terjadi. 

#suatu hari awal Ramadhan 

"Ndok.. kamu kemana saja, aku kangen pengen ketemu dan liat kamu. Rasanya seneng aku, bisa liat kamu.
"Mas kok tiba-tiba aneh"

"Benar.... Aku kangen, seneng liat senyummu.."
"Eh... Jangan salah artikan keramahan ku ya.. aku tidak ada maksud apa-apa lho... Mas jangan bikin aku takut ah.."

"Benar... Aku masih menyimpan cinta dan sayang untuk mu, sampai kapanpun, kau yang pertama bagiku..."
"Alaaahhh.... Dulu kenapa milih dia, dan Mas meninggalkanku...., Jangan merusak segala nya... 
Aku hanya ingin kita menjalin hubungan baik, layaknya keluarga. Jangan sampai istri Mas tau ungkapan perasaan Mas kepada ku..."

#

Asyeekkk..... Gendhok ku masih memberi perhatian kepadaku. Pasti dia masih sayang sama aku juga... 😘. Ah besok aku ajak sarapan, pas pulang ngatar anak-anak sekolah.

#
Tin tin..
Ndok mampir warung yuk... Kita sarapan bareng, cuma sarapan kan gak papa to...
Mas mu paling juga gak masalah.."

"Kalau Mas ku sih gak masalah Mas, karena beliau tau kebiasaanku bersama teman-temanku yang lain. Justru yang dikhawatirkan istrine njenengan. Pasti sakit hati lah kalau tau kita makan bareng.."
"Ya mesti lah, kita kan dulu pernah dekat.."
"Naah... Gitu tau, masih nekad ngajak-ngajak aku. Ingat ya... Aku mau sarapan bareng itu tok.. g mau yang lain. Aku terima tawaran ini karena aku juga biasa makan bareng teman-temanku, bukan karena mengistimewakan Njenengan..."
"Ya nggak papa lah..., Aku cuma mau sarapan sama kamu, sambil ngobrol dan puas puasin Mandang wajahmu.."
"Weh lha dalah... Nekad juga Njenengan Mas.."

#
Horeeee aku berhasil merayunya untuk sarapan bareng. Puas aku melihat wajahnya yang makin cantik, manis, dan lipstiknya bener-bener serasi... Aku jadi pingin menciumnya...😍😘
Sayang aku belum berhasil mengajaknya bersalaman .

Perasaanku saat ini sangat senang sekali. Aku jadi ingin sering bertemu. Walau hanya sekilas pandang. Gendhok ku makin matang. Pola pikirnya, cara menyikapi masalah, ah kenapa dulu aku meninggalkanmu...

#
"Ndhok... Apa mas mu gak cemburu kalau liat kita ngobrol begini, kok kamu mau tak jak makan siang.... "
"Mas ku gak cemburuan. Beliau tau kok kalau njenengan menyampaikan perasaan kangen dan masih sayang sama aku..."
"Waduh.... Mati aku Kok kamu ngomong... Aku kan jadi nggak enak kalau ketemu mas mu.."
"Lha ya harus aku sampaikan lah.... Dia kan teman luar dalam ku, gak ada rahasia rahasia an."
"Lha po gak marah.."
"Enggak.... Aku sih pinginnya beliau ngajak bicara njenengan, tapi katanya.. kita tidak bisa memaksa orang untuk benci atau suka dengan kita. Namanya perasaan  tidak bisa diatur, cuma jagalah perasaan istrinya.."

"Owh... Mas mu normal gak sih.. mosok cuma gitu tok.."
"Ya begitulah,.. sekali lagi... Teman cowok yang deket denganku banyak, semuanya suamiku tau, dan aku perlakukan sama. Tidak ada yang istimewa..
"Mosok aku gak istimewa.."
"TIDAK.... Njenengan masa laluku, dan aku yakin kalau sampai istrimu tau, dia akan. Marah. Jadi tolong jangan lanjutkan lagi, mengungkapkan perasaan-perasaan mu.. 
Dulu njenengan yang memilih meninggalkan ku, dalam keadaan aku sedang belajar menerima kehadiranmu. Kau tinggalkan aku dengan alasan.. memang mulia alasanmu, tapi bagiku itu sedikit menyisakan tanda tanya dan sedikit kecewa..
Sudah lah Mas... Jangan kau biarkan perasaanmu kepadaku terus tumbuh. Aku takut, andai saja aku ikut terbawa, dan hubungan kita jadi merusak segala sesuatu yang sudah kita miliki. Keluarga kita, istri dan suami kita, anak-anak kita. Hubungan kita di masyarakat."

#
Ups... Gendhok ku menangis, ah ... Aku telah membuat dia tersakiti kembali. Aku laki-laki kurang ajar memang. Tapi... Aku masih cinta... Aku masih sayang. Aku ingin bersama-sama dengan mu Ndhok... Entah untuk kapan.. aku berharap suatu hari nanti...

Melihatnya semakin berkarya, berprestasi, aku semakin bangga. Mengapa aku dulu meninggalkannya. Dia semakin dekat dengan pemain orgen itu, 😥
Ndhok... Aku cemburu..

#
"Mas, besok acaranya jadi ada musiknya kan?. Aku minta tambahan dana ya.."
"Jadi.. oke deh, untuk mu apapun lah, nanti tak kasih lebih.."
"Emoh ah... Kalau seperti itu aku gak mau ketemu lagi.."
"Hemmm tambah manis kalau lagi marah gitu.. 😀"
"Emboh Mas.."

#
Asyik... Gendhok ku mulai menikmati kembali kedekatan yang aku tawarkan. Tapi aku kok semakin takut kalau istriku tau. Bagaimana jika istriku tau, kalau aku dekat kembali dengan Gendhok. Meski kedekatan ini bagiku hanya selingan cerita indah. Tak bermaksud untuk menjalin hubungan istimewa. Ah.. masak begitu, perasaanku mengatakan aku sangat bahagia dan gembira ketika bersama dengan Gendhok. Bahkan aku berharap hubungan ini akan terjalin kembali meski entah kapan dan bagaimana.
Aku sudah mulai gila, aku benar benar tergila-gila dengan Gendhok kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar