Kamis, 19 Januari 2017

Balada DOSBING 😄


Jam 08.00
"Pak .. saya Ayu, mahasiswa semester 8, kebetulan dosbing saya Bapak... Saya bisa ketemu untuk mulai bimbingan kapan?.."
Jam 09.00
Belum ada jawaban.
Jam 21.00
Belum ada jawaban.

Hufff..... Ayu mulai patah semangat. Waktu seharian menunggu jawaban dari dosbing menjadi sangat menjemukan. 

#
Setelah menunggu dua hari, sebuah SMS masuk ke HP Ayu, mengabarkan tentang kesepakatan bertemu dengan dosbing. Legaaa...

Yang penting ketemu dosbing dulu. Urusan proposal di ACC atau tidak lihat nanti. Bertemu dengan dosen diluar urusan skripsi sih sudah biasa, tapi kali ini Ayu jadi lebih deg deg an.

Saat yang ditunggu pun tiba. Dengan membawa sejuta semangat, Ayu melangkahkan kaki menuju kampus dan menuju ruangan dosbing.

"Assalamualaikum Pak... "
"Wa'alaikum salam... Silahkan duduk. Anda sudah menyiapkan judul proposal anda??"
"Sudah Pak... Ini... "
Sambil menyerahkan proposal Ayu mengatur posisi duduknya. Suasana sedikit tegang, dosbing sambil memeriksa proposal skripsi milik Ayu, tak henti-hentinya wajahnya berkerut. Seolah menggambarkan ketidak berkenannya terhadap proposal milik Ayu.
"Anda sudah membaca buku panduan?"
"Kami belum punya pak"
"Lhoo kok bisa ... Harusnya Anda sudah punya. SK dosbing Anda mana?.."
"Kami juga gak punya pak.."
"Anda ini bagaimana...."
"Waaaah... Bagaimana ini... Oke, biar itu menjadi urusan saya.. Ini sudah saya lihat sekilas, tolong diperbaiki ya..."

Dengan langkah kaki yang gontai Ayu meninggalkan ruangan dosbing. Segera Ayu membuka proposalnya... Luar biasa banyaknya coretan disana sini... Judul saja masih belum di ACC...

#janjian lagi dengan dosbing... HARUS itu

😄 Keep semangat ... Tinggal sejengkal, usaha ini akan menuai hasilnya.

#Reg 8 IVET.. ayooo kita wisuda secepatnya.

Selasa, 17 Januari 2017

Pacar Lama

Lenovo tiba2 bergetar..
"Ping"
Hemmm... Nama baru, sepertinya aku kenal.
"Pong"

Diseberang balik menjawab..
"Mbak... Bisa meet up ndak, pagi ini..."
"Maaf untuk hari ini belum bisa. Kalau besok bagaimana??"
"Oke deh, jam 09.00 ya... Di Delman."
"Oke"..

Anak ini kenapa tiba-tiba menghubungi aku,... Ada apa ya...

#
Pagi ini kuputuskan untuk menemui Laila, ibu muda yang sedang hamil anak kedua. Kuparkir motorku dihalaman Delman. Laila sudah menungguku, dengan penampilan yang santun dan memang mempesona.

"Sudah lama menunggu ya.."
"Iya mbak.. gak papa, aku tadi sambil ngantar anak."

Mulailah mengalir cerita Laila. Perasaannya sedang galau, maklum sebagai ibu muda yang ditinggal suami bekerja jauh, dengan dua anak, bertemu suami sebulan sekali. Kehamilan yang sudah semakin tua, dan tidak ditemani membuat Laila teringat seseorang yang pernah singgah di hatinya.
Sebenarnya aku tidak mau masuk kedalam cerita kehidupannya. Tapi aku mencoba memahami keadaannya.

"Mbak tau bagaimana kabar Watimena.."
"Tidak banyak yang aku ketahui tentang dirinya, yang jelas dia sudah kembali ke Timor Leste..."
"Aku tiba-tiba ingat dia mbak, entahlah,... Saat ini ketika aku merasa kalau suami suka marah-marah, Aku ingat dia. Aku kangen mbak..."
"Hemmm.... Lai... Kamu dan dia sudah bukan remaja lagi, tak sepantasnya kamu mengingat-ingatnya. Jalani kehidupan kalian sendiri-sendiri..."
"Aku cuma mau tau kabarnya saja kok mbak..."..
"Sudahlah... Dia baik-baik saja, nanti aku salamkan ya... Hehehe"
"Mbak... Aku merasa bersalah dengannya, aku dulu meninggalkannya karena kita beda keyakinan. Setelah itu aku mendengar kariernya hancur, ada perasaan bersalah sangat besar dalam diriku.."
"Lai... Semua itu bukan salahmu, ini pilihan, keyakinan tidak bisa dipaksakan.."
"Iya sih... Tapi aku bener bener kangen dia..."
Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Anakmu kelas berapa?"
"Kelas 2 mbak, ini aku sedang hamil, masuk bulan 8, bentar lagi lahiran.."

Sambil menikmati makan siang yang sudah tersaji, aku buka lenovoku..
Sebuah pesan masuk, dari Watimena. Ingin aku kabarkan padanya kalau aku sedang bersama Laila.. tapi kuurungkan. Dan kepada Laila pun aku tidak sampaikan. Laila dan Watimena memang dulu berpacaran, mereka termasuk pasangan yang awet. Sayangnya mereka beda agama. Dulu aku mencoba mengingatkan Watimena, tentang hal ini, tapi merekalah nanti yang akan menentukan. Dan akhirnya Laila yang memutuskan untuk berpisah.

"Mbak... Salahkan aku jika aku mengingatnya, dan berjumpa dengannya.."
"Lai... Sebaiknya kau tidak perlu menjalin komunikasi lagi dengan Watimena. Terlalu bahaya... Hubungan kalian yang dulu pastinya masih membekas. Lha kalau sekrang kalian terhubung kembali aku khawatir rumah tanggamu jadi kacau..
Sudahlah... Jangan berpikir yang aneh-aneh.. "
"Iya deh mbak..... Tapi aku begini karena suamiku juga pernah menyakiti aku mbak..., Dia pernah bersama wanita lain..."

Haduuuh... Ini namanya apa... Balas dendam...
Apakah kejadian seperti ini bisa menjadi alasan untuk melakukan perbuatan yang sama...


#pacar lama, perlukah muncul sebagai pahlawan???

Senin, 16 Januari 2017

Akhlak

#
Bunyi klakson motor dibelakangku tak berhenti sejak tadi. Adakah yang salah dengan motorku..?

"Hai.. kenapa kemaren kirim kirim pesan lewat WA.... Dasar wanita gatel, suka sekali ke GR an.. kemaren yang chat anak-anak, lha wong suamiku sudah gak pernah pegang HP lagi, kok kamu masih saja ke gatelen, buru-buru njawab.
Mbok jadi wanita itu yang Sholehah, jadi istri itu yang baik..."..

Memangnya aku tau... Aduh aneh deh..

Seketika ku tengok sumber suara, masih berada diatas motor, karena memang kami sedang mengendarai motor untuk menjemput anak-anak pulang sekolah.
"Monggo sak kerso njenengan badhe ngendikan nopo mawon mbak..."

Sambil berlalu aku meninggalkan wanita itu. Ya wanita yang dengan kemarahan dan kebencian yang tak terkontrol berteriak teriak untuk memaki ku.
Kulayangkan sebuah SMS kepada suami. Mengabarkan kejadian yang baru saja terjadi.

"Bersabarlah... Kata ustat, kita itu seperti teko, yang keluar dari teko ya itulah isinya, kalau wanita itu memaki mu dengan kebencian berarti isi dalam dirinya ya kebencian, sebaik apapun kamu ya tetep saja dia benci.."

Itulah nasehat suami, meski aku menerima perlakuan seperti itu, dalam hatiku muncul kebencian. Rasanya enggan untuk berjumpa dengannya dan seluruh keluarganya. Meski itu pun tak benar. Yang bermasalah dia, bukan suaminya atau keluarganya.

##

"Yah... Ayah kan kemaren tau to, ada yang mis call, no nya aku gak tau siapa, HP ku kan baru... Jadi semua kontak aku tak tau namanya... Aku hanya bertanya siapa... Kok mis call sampai berkali kali, aku pikir penting,... Dan aku kira orang yang mau jadi donatur acara kita. Lagian bunda nggak pernah menyimpan no kontak mereka..."
"Ya... Aku ngerti kok...Kemaren ayah kan baca sendiri di HP bunda.... Dia sudah ku telpon tadi. Katanya dia mau mengklarifikasi, siapa yang mainin HP nya..."
"Oooo... Cara mengklarifikasi itu begitu ya.. berteriak-teriak, memaki orang di atas motor sambil jalan... Hebat ya.."
"Dia kan cemburu sama Bunda... "
"Kecemburuan yang membabi buta.."
"Cemburu itu karena ada sesuatu yang tidak dimiliki,... Ah sudahlah.... Biarkan saja. Kita terima saja, nanti ada balasannya..."
"Lha suaminya tau??"
"Tau... Tadi juga minta maaf atas kelakuan istrinya...."
"Ayah tidak melakukan apa-apa lagi??""
"Ayah mengajak mereka bertemu, kita berempat ketemu. Biar jelas letak permasalahannya.. Tapi ya... Mereka memang penakut. Sudah lah... Biarkan saja.."


Kebencianya sudah tak bisa dianggap biasa kecurigaan lebih dominan. Begitu cemburunya dia pada ku... Dengan suaminya saja sudah tidak percaya, apa lagi dengan orang lain .

#teko berisi kebaikan keluarlah kebaikan...
Semoga menjadi hikmah

Jumat, 06 Januari 2017

CLBK

Layaknya remaja belasan tahun, perasaan deg deg an bertemu teman lama itu muncul.
Merasakan kerinduan yang dulu pernah ada. Berharap bisa selalu bertemu dengan nya sepanjang hari.

Wow.... Cinta Lama Bersemi Kembali...😄 Rasanya masih seindah dulu, tapi yang ini lebih kencang debarannya...

Bagaimana tidak....
Kami telah sama-sama berkeluarga, sama sama sudah punya anak remaja. Hohoho... Itulah cinta. Tak memandang apapun.
Cinta itu tumbuh dan bersemi, menebarkan aroma wangi yang ingin selalu di nikmati.

Ya... Aku rindu dengannya, kerinduan yang sudah terpendam sejak 2 tahun lalu. Aku mencuri pandang, dan perhatiannya. Aku cemburu liat dia dekat dengan pemain orgen itu. Aneh memang, kenapa aku justru cemburu dengan pemain. Orgen ? Bukan dengan suaminya.
Dan kali ini aku tak ingin berdiam diri. Aku ingin dia tau. Aku akan sampaikan kerinduanku ini, aku akan sampaikan kecemburuanku padaya. Aku tak perduli dengan apa yang akan terjadi. 

#suatu hari awal Ramadhan 

"Ndok.. kamu kemana saja, aku kangen pengen ketemu dan liat kamu. Rasanya seneng aku, bisa liat kamu.
"Mas kok tiba-tiba aneh"

"Benar.... Aku kangen, seneng liat senyummu.."
"Eh... Jangan salah artikan keramahan ku ya.. aku tidak ada maksud apa-apa lho... Mas jangan bikin aku takut ah.."

"Benar... Aku masih menyimpan cinta dan sayang untuk mu, sampai kapanpun, kau yang pertama bagiku..."
"Alaaahhh.... Dulu kenapa milih dia, dan Mas meninggalkanku...., Jangan merusak segala nya... 
Aku hanya ingin kita menjalin hubungan baik, layaknya keluarga. Jangan sampai istri Mas tau ungkapan perasaan Mas kepada ku..."

#

Asyeekkk..... Gendhok ku masih memberi perhatian kepadaku. Pasti dia masih sayang sama aku juga... 😘. Ah besok aku ajak sarapan, pas pulang ngatar anak-anak sekolah.

#
Tin tin..
Ndok mampir warung yuk... Kita sarapan bareng, cuma sarapan kan gak papa to...
Mas mu paling juga gak masalah.."

"Kalau Mas ku sih gak masalah Mas, karena beliau tau kebiasaanku bersama teman-temanku yang lain. Justru yang dikhawatirkan istrine njenengan. Pasti sakit hati lah kalau tau kita makan bareng.."
"Ya mesti lah, kita kan dulu pernah dekat.."
"Naah... Gitu tau, masih nekad ngajak-ngajak aku. Ingat ya... Aku mau sarapan bareng itu tok.. g mau yang lain. Aku terima tawaran ini karena aku juga biasa makan bareng teman-temanku, bukan karena mengistimewakan Njenengan..."
"Ya nggak papa lah..., Aku cuma mau sarapan sama kamu, sambil ngobrol dan puas puasin Mandang wajahmu.."
"Weh lha dalah... Nekad juga Njenengan Mas.."

#
Horeeee aku berhasil merayunya untuk sarapan bareng. Puas aku melihat wajahnya yang makin cantik, manis, dan lipstiknya bener-bener serasi... Aku jadi pingin menciumnya...😍😘
Sayang aku belum berhasil mengajaknya bersalaman .

Perasaanku saat ini sangat senang sekali. Aku jadi ingin sering bertemu. Walau hanya sekilas pandang. Gendhok ku makin matang. Pola pikirnya, cara menyikapi masalah, ah kenapa dulu aku meninggalkanmu...

#
"Ndhok... Apa mas mu gak cemburu kalau liat kita ngobrol begini, kok kamu mau tak jak makan siang.... "
"Mas ku gak cemburuan. Beliau tau kok kalau njenengan menyampaikan perasaan kangen dan masih sayang sama aku..."
"Waduh.... Mati aku Kok kamu ngomong... Aku kan jadi nggak enak kalau ketemu mas mu.."
"Lha ya harus aku sampaikan lah.... Dia kan teman luar dalam ku, gak ada rahasia rahasia an."
"Lha po gak marah.."
"Enggak.... Aku sih pinginnya beliau ngajak bicara njenengan, tapi katanya.. kita tidak bisa memaksa orang untuk benci atau suka dengan kita. Namanya perasaan  tidak bisa diatur, cuma jagalah perasaan istrinya.."

"Owh... Mas mu normal gak sih.. mosok cuma gitu tok.."
"Ya begitulah,.. sekali lagi... Teman cowok yang deket denganku banyak, semuanya suamiku tau, dan aku perlakukan sama. Tidak ada yang istimewa..
"Mosok aku gak istimewa.."
"TIDAK.... Njenengan masa laluku, dan aku yakin kalau sampai istrimu tau, dia akan. Marah. Jadi tolong jangan lanjutkan lagi, mengungkapkan perasaan-perasaan mu.. 
Dulu njenengan yang memilih meninggalkan ku, dalam keadaan aku sedang belajar menerima kehadiranmu. Kau tinggalkan aku dengan alasan.. memang mulia alasanmu, tapi bagiku itu sedikit menyisakan tanda tanya dan sedikit kecewa..
Sudah lah Mas... Jangan kau biarkan perasaanmu kepadaku terus tumbuh. Aku takut, andai saja aku ikut terbawa, dan hubungan kita jadi merusak segala sesuatu yang sudah kita miliki. Keluarga kita, istri dan suami kita, anak-anak kita. Hubungan kita di masyarakat."

#
Ups... Gendhok ku menangis, ah ... Aku telah membuat dia tersakiti kembali. Aku laki-laki kurang ajar memang. Tapi... Aku masih cinta... Aku masih sayang. Aku ingin bersama-sama dengan mu Ndhok... Entah untuk kapan.. aku berharap suatu hari nanti...

Melihatnya semakin berkarya, berprestasi, aku semakin bangga. Mengapa aku dulu meninggalkannya. Dia semakin dekat dengan pemain orgen itu, 😥
Ndhok... Aku cemburu..

#
"Mas, besok acaranya jadi ada musiknya kan?. Aku minta tambahan dana ya.."
"Jadi.. oke deh, untuk mu apapun lah, nanti tak kasih lebih.."
"Emoh ah... Kalau seperti itu aku gak mau ketemu lagi.."
"Hemmm tambah manis kalau lagi marah gitu.. 😀"
"Emboh Mas.."

#
Asyik... Gendhok ku mulai menikmati kembali kedekatan yang aku tawarkan. Tapi aku kok semakin takut kalau istriku tau. Bagaimana jika istriku tau, kalau aku dekat kembali dengan Gendhok. Meski kedekatan ini bagiku hanya selingan cerita indah. Tak bermaksud untuk menjalin hubungan istimewa. Ah.. masak begitu, perasaanku mengatakan aku sangat bahagia dan gembira ketika bersama dengan Gendhok. Bahkan aku berharap hubungan ini akan terjalin kembali meski entah kapan dan bagaimana.
Aku sudah mulai gila, aku benar benar tergila-gila dengan Gendhok kembali.