Kanker Serviks.............
Mendengarnya saja sudah membuat ngeri, apa lagi sampai mengalami....
Semoga saja kita terhindar dari penyakit ini.
Menurut informasi yang saya dapatkan kanker ini menduduki ringking tertinggi bagi wanita. Artinya banyak sekali wanita yang di vonis mempunyai penyakit ini. Artis aja banyak....
Sebenarnya kanker ini bisa terdeteksi sejak awal, jika saja pola kebersihan, pola makan dan pola hidup sehat kita terjaga. Tanda-tanda tidak wajar, seperti mengalami keputihan yang menimbulkan bau tak sedap, berwarna, sangat perlu kita waspadai dan tentunya bisa dijadikan alasan kuat untuk segera melakukan pemeriksaan.
#biasanya kalau tidak sakit, tidak ada keluhan kita akan malas untuk melakukan pemeriksaan.
Kesehatan dan kebersihan alat kelamin wanita hendaknya mulai diperhatikan sejak dini. Sejak kecil, anak perempuan kita harus sudah kita ajari bagaimana cara membersihkan kelaminnya dengan benar. Contohnya saja cara cebok, sehabis BAK atau BAB. Harusnya arah membersihkannya dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Karena hal ini akan membawa kuman yang berasal dari dubur ke depan, dan bisa jadi akan masuk ke lubang kemaluan.
Menginjak usia remaja, ketika anak perempuan kita sudah mengalami menstruasi, sebaiknya ajari memilih dan menggunakan pembalut yang aman dan benar. Karena kebanyakan pembalut yang dijual di pasaran berasal dari bahan daur ulang dan menggunakan obat atau zat kimia, seperti pemutih. Biasanya cirinya harganya murah.
Tips menggunakan pembalut :
1. Gunakanlah pembalut ini dalam rentang waktu tidak lebih dari dua jam.
2. Atau bisa kita siasati dengan menggunakan dobel CD, dengan maksud pembalut ini tidak langsung menyentuh kulit atau nempel pada kemaluan.
3. Atau bisa membeli pembalut yang harganya lebih mahal, karena bahan yang digunakan biasanya lebih aman.
4. Atau menggunakan cara lama, seperti memakai tampon atau orang menyebutnya pelana kuda. Ini malah lebih aman.
Sedangkan bagi pasangan suami istri, di samping cara-cara di atas, hendaknya keduanya menjaga kebersihan organ intimnya. Membersihkannya sebelum dan sesudah melakukan hubungan suami istri, menjadi sebuah kewajiban bagi keduanya. Karena biasanya malas, atau mandinya jam 5 sore ketemu nya masih nanti jam 11 malam, rentang waktu ini bisa dimungkinkan kondisi kebersihannya diragukan. Maka sediakan waktu untuk bersih-bersih terlebih dahulu.
Di samping itu perlu melakukan Pap Smear minimal setahun sekali bagi istri. Hal ini mampu mendeteksi lebih dini keberadaan sel kanker. Sehingga penanganannya pun akan lebih mudah.
untuk bagaimana caranya atau prosedurnya bisa ditanyakan kepada para ahli.
Para ahli juga menyatakan ada rekomendasi baru untuk pap smear, yang dibedakan menurut kelompok usia dan riwayat kesehatan. Di antaranya:
1. Perempuan antara usia 21-65 tahun dapat memperpanjang skrining kanker serviks-nya setiap 5 tahun jika menjalani tes human papilloma virus (HPV) pada saat yang sama seperti pap smear. Infeksi HPV adalah salah satu penyebab utama kanker serviks.
2. Perempuan yang usianya melebihi 65 tahun dan pernah melakukan skrining sebelumnya dan dinyatakan tidak berisiko tinggi dan tidak perlu lagi melakukan pap smear.
3. Perempuan di bawah usia 30 tahun tidak boleh menjalani tes HPV. Karena infeksi sangat lazim pada perempuan usia muda tapi bisa sembuh tanpa harus diobati.
4. Perempuan yang telah menjalani histerektomi dengan pengangkatan leher rahim dan yang tidak memiliki riwayat kanker serviks atau prakanker tidak perlu diskrining, karena risiko yang terkait dengan skrining lebih besar daripada manfaatnya.
Masih banyak info seputar Kanker Servik ini, saya hanya punya sedikit, tapi semoga bermanfaat.
Yuks mulai membekali anak-anak kita dengan info sehat seperti ini, demi kesehatan dan kwalitas hidup yang lebih baik.
Mendengarnya saja sudah membuat ngeri, apa lagi sampai mengalami....
Semoga saja kita terhindar dari penyakit ini.
Menurut informasi yang saya dapatkan kanker ini menduduki ringking tertinggi bagi wanita. Artinya banyak sekali wanita yang di vonis mempunyai penyakit ini. Artis aja banyak....
Sebenarnya kanker ini bisa terdeteksi sejak awal, jika saja pola kebersihan, pola makan dan pola hidup sehat kita terjaga. Tanda-tanda tidak wajar, seperti mengalami keputihan yang menimbulkan bau tak sedap, berwarna, sangat perlu kita waspadai dan tentunya bisa dijadikan alasan kuat untuk segera melakukan pemeriksaan.
#biasanya kalau tidak sakit, tidak ada keluhan kita akan malas untuk melakukan pemeriksaan.
Kesehatan dan kebersihan alat kelamin wanita hendaknya mulai diperhatikan sejak dini. Sejak kecil, anak perempuan kita harus sudah kita ajari bagaimana cara membersihkan kelaminnya dengan benar. Contohnya saja cara cebok, sehabis BAK atau BAB. Harusnya arah membersihkannya dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Karena hal ini akan membawa kuman yang berasal dari dubur ke depan, dan bisa jadi akan masuk ke lubang kemaluan.
Menginjak usia remaja, ketika anak perempuan kita sudah mengalami menstruasi, sebaiknya ajari memilih dan menggunakan pembalut yang aman dan benar. Karena kebanyakan pembalut yang dijual di pasaran berasal dari bahan daur ulang dan menggunakan obat atau zat kimia, seperti pemutih. Biasanya cirinya harganya murah.
Tips menggunakan pembalut :
1. Gunakanlah pembalut ini dalam rentang waktu tidak lebih dari dua jam.
2. Atau bisa kita siasati dengan menggunakan dobel CD, dengan maksud pembalut ini tidak langsung menyentuh kulit atau nempel pada kemaluan.
3. Atau bisa membeli pembalut yang harganya lebih mahal, karena bahan yang digunakan biasanya lebih aman.
4. Atau menggunakan cara lama, seperti memakai tampon atau orang menyebutnya pelana kuda. Ini malah lebih aman.
Sedangkan bagi pasangan suami istri, di samping cara-cara di atas, hendaknya keduanya menjaga kebersihan organ intimnya. Membersihkannya sebelum dan sesudah melakukan hubungan suami istri, menjadi sebuah kewajiban bagi keduanya. Karena biasanya malas, atau mandinya jam 5 sore ketemu nya masih nanti jam 11 malam, rentang waktu ini bisa dimungkinkan kondisi kebersihannya diragukan. Maka sediakan waktu untuk bersih-bersih terlebih dahulu.
Di samping itu perlu melakukan Pap Smear minimal setahun sekali bagi istri. Hal ini mampu mendeteksi lebih dini keberadaan sel kanker. Sehingga penanganannya pun akan lebih mudah.
untuk bagaimana caranya atau prosedurnya bisa ditanyakan kepada para ahli.
Para ahli juga menyatakan ada rekomendasi baru untuk pap smear, yang dibedakan menurut kelompok usia dan riwayat kesehatan. Di antaranya:
1. Perempuan antara usia 21-65 tahun dapat memperpanjang skrining kanker serviks-nya setiap 5 tahun jika menjalani tes human papilloma virus (HPV) pada saat yang sama seperti pap smear. Infeksi HPV adalah salah satu penyebab utama kanker serviks.
2. Perempuan yang usianya melebihi 65 tahun dan pernah melakukan skrining sebelumnya dan dinyatakan tidak berisiko tinggi dan tidak perlu lagi melakukan pap smear.
3. Perempuan di bawah usia 30 tahun tidak boleh menjalani tes HPV. Karena infeksi sangat lazim pada perempuan usia muda tapi bisa sembuh tanpa harus diobati.
4. Perempuan yang telah menjalani histerektomi dengan pengangkatan leher rahim dan yang tidak memiliki riwayat kanker serviks atau prakanker tidak perlu diskrining, karena risiko yang terkait dengan skrining lebih besar daripada manfaatnya.
Masih banyak info seputar Kanker Servik ini, saya hanya punya sedikit, tapi semoga bermanfaat.
Yuks mulai membekali anak-anak kita dengan info sehat seperti ini, demi kesehatan dan kwalitas hidup yang lebih baik.