Bagian II
Catatan Aisyah 2
Alhamdulillah cuma semalam Mas Husain mendiamkan ku. Malam ini kembali kami bisa berbincang santai, aku malah lebih senang menggodanya. Gak cemburu ..... qiqiqi... wajahnya lucu, segera dia mengejarku dan menciumku.
Ah... kemesraan yang tak akan pernah tergantikan. Percayalah Mas, sampai kapanpun, kamu akan menjadi satu-satunya pendamping hidupku, apa yang aku miliki saat ini adalah yang paling baik dan sempurna untuk ku.
Chetung Chetung..
"Say..."
ups... pesan masuk... aduh dari Aqil.... bagaimana ini,.... sepertinya harus aku katakan apa yang terjadi antara aku dengan Mas Husain.
"hehehe..." sms ku.
"Bagaimana kabarnya?, Lagi sibuk??....., ke kampus jam berapa?"
Huufff....... pertanyaannya membuat aku bener-bener harus menjawab, karena memang hri ini deadline naskah debat kampus harus segera di selesaikan, sudah di tunggu rektor. Sebenarnya tidak masalah sih kita ketemu, cuma aku merasa perlu memberitahukan kejadian kemarin.
"Jam 11 aku ke kampus, kita ketemu di ruang biasanya ya..."
Hp kemudian ku sillent, aku bergegas menyiapkan materi yang harus aku bawa menghadap rektor dan membersihkan rumah, menjadi kebiasaan ku sebelum pergi rumah harus sudah bersih dan sudah tersedia makanan untuk keluargaku.
KAMPUS
"Hey... sudah lama menunggu.... maaf agak terlambat, hehehe..."
" hemmm nggak merasa kali......... terlambat kok se jam..., .. Eh kenapa hari ini kamu beda, lebih sedikit mejaga jarak dengan ku..."
"hehehe nggak papa kok.... cuma ada sedikit yang perlu aku sampaikan ...."
" apa??? tentang aku pasti.... ehem ehem...... GR dikit aahhh..."
Ini orang PD nya tinggi banget...
" Ada apa??"
"Nggak jadi deh.." aku bingung memulainya...
" Kenapa??? Ayo Say...."
oh Tuhan.... tolong jangan menyapaku demikian di ruangan ini.... malu aku...
"eemmmm semalem Mas Husain mendiamkan ku..."
"Ups.... kenapa?...."
"kemarin inbok ku terbaca.... pas kita chating..."
"olalaa.... ketahuan dong...".. wajahnya masih sangat santai, tidak menunjukkan keterkejutan atau .... huuufff....
"Critanya bagaimana???"
"Kemaren aku OL pake laptop, trus kebetulan lupa nggak sing out, ... trus terbaca deh chat kita..., Mas Husain tanya kok ada orang lain yang memanggilku Say..."
"ooooalaaahhhh...... biasa aja kalee...., bagiku itu gak masalah. Tapi normalnya memang begitu, siapa sih yang tidak marah, istrinya di panggil mesra seperti itu..... "
Ala maaak... dia merasa nggak salah, padahal dia yang memanggilku demikian.... heemmmm...
"Ya sudah mulai sekarang aku manggilnya nggak gitu lagi deh.....Say.... ups....hehehe maaf "
"iya...., sudah dari awal kan aku sudah mengingatkan kam, jangan pake sapaan seperti itu. Nanti jadi masalah. Meski sebenernya,.... "
"Apa?... kamu suka kan?? hahahaha....."
aduuuh... aku nggak bisa bohong, bagaimana menjelaskanna. Tidak... aku tidak boleh mengikuti perasaanku, aku harus tegas dan memegang prisip, KAU HANYA TEMAN KU.
Sejak hari itu hubungan kami agak merenggang, Agil jarang mengontak ku, dan memang sedikit aneh saja. Kesempatan ini aku gunakan untuk menata perasaan ku, mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan ku bagaimana aku memperlakukan dia selama ini, bagaimana dengan perasaan ku yang terasa kacau kalau berhubungan dengannya.
makin hari, makin terasa rindu, jarangnya dia menghubungiku ternyata berdampak kerinduan yang amat sangat. oh my good..... sepertinya aku benar-benar merasa jatuh cinta kepadanya. Ya Allah tolong jaga perasaanku, jaga dan bimbinglah agar aku tidak salah melangkah.
TIDAAAAAAAAAAK...........
##
Catatan Aisyah 2
Alhamdulillah cuma semalam Mas Husain mendiamkan ku. Malam ini kembali kami bisa berbincang santai, aku malah lebih senang menggodanya. Gak cemburu ..... qiqiqi... wajahnya lucu, segera dia mengejarku dan menciumku.
Ah... kemesraan yang tak akan pernah tergantikan. Percayalah Mas, sampai kapanpun, kamu akan menjadi satu-satunya pendamping hidupku, apa yang aku miliki saat ini adalah yang paling baik dan sempurna untuk ku.
Chetung Chetung..
"Say..."
ups... pesan masuk... aduh dari Aqil.... bagaimana ini,.... sepertinya harus aku katakan apa yang terjadi antara aku dengan Mas Husain.
"hehehe..." sms ku.
"Bagaimana kabarnya?, Lagi sibuk??....., ke kampus jam berapa?"
Huufff....... pertanyaannya membuat aku bener-bener harus menjawab, karena memang hri ini deadline naskah debat kampus harus segera di selesaikan, sudah di tunggu rektor. Sebenarnya tidak masalah sih kita ketemu, cuma aku merasa perlu memberitahukan kejadian kemarin.
"Jam 11 aku ke kampus, kita ketemu di ruang biasanya ya..."
Hp kemudian ku sillent, aku bergegas menyiapkan materi yang harus aku bawa menghadap rektor dan membersihkan rumah, menjadi kebiasaan ku sebelum pergi rumah harus sudah bersih dan sudah tersedia makanan untuk keluargaku.
KAMPUS
"Hey... sudah lama menunggu.... maaf agak terlambat, hehehe..."
" hemmm nggak merasa kali......... terlambat kok se jam..., .. Eh kenapa hari ini kamu beda, lebih sedikit mejaga jarak dengan ku..."
"hehehe nggak papa kok.... cuma ada sedikit yang perlu aku sampaikan ...."
" apa??? tentang aku pasti.... ehem ehem...... GR dikit aahhh..."
Ini orang PD nya tinggi banget...
" Ada apa??"
"Nggak jadi deh.." aku bingung memulainya...
" Kenapa??? Ayo Say...."
oh Tuhan.... tolong jangan menyapaku demikian di ruangan ini.... malu aku...
"eemmmm semalem Mas Husain mendiamkan ku..."
"Ups.... kenapa?...."
"kemarin inbok ku terbaca.... pas kita chating..."
"olalaa.... ketahuan dong...".. wajahnya masih sangat santai, tidak menunjukkan keterkejutan atau .... huuufff....
"Critanya bagaimana???"
"Kemaren aku OL pake laptop, trus kebetulan lupa nggak sing out, ... trus terbaca deh chat kita..., Mas Husain tanya kok ada orang lain yang memanggilku Say..."
"ooooalaaahhhh...... biasa aja kalee...., bagiku itu gak masalah. Tapi normalnya memang begitu, siapa sih yang tidak marah, istrinya di panggil mesra seperti itu..... "
Ala maaak... dia merasa nggak salah, padahal dia yang memanggilku demikian.... heemmmm...
"Ya sudah mulai sekarang aku manggilnya nggak gitu lagi deh.....Say.... ups....hehehe maaf "
"iya...., sudah dari awal kan aku sudah mengingatkan kam, jangan pake sapaan seperti itu. Nanti jadi masalah. Meski sebenernya,.... "
"Apa?... kamu suka kan?? hahahaha....."
aduuuh... aku nggak bisa bohong, bagaimana menjelaskanna. Tidak... aku tidak boleh mengikuti perasaanku, aku harus tegas dan memegang prisip, KAU HANYA TEMAN KU.
Sejak hari itu hubungan kami agak merenggang, Agil jarang mengontak ku, dan memang sedikit aneh saja. Kesempatan ini aku gunakan untuk menata perasaan ku, mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan ku bagaimana aku memperlakukan dia selama ini, bagaimana dengan perasaan ku yang terasa kacau kalau berhubungan dengannya.
makin hari, makin terasa rindu, jarangnya dia menghubungiku ternyata berdampak kerinduan yang amat sangat. oh my good..... sepertinya aku benar-benar merasa jatuh cinta kepadanya. Ya Allah tolong jaga perasaanku, jaga dan bimbinglah agar aku tidak salah melangkah.
TIDAAAAAAAAAAK...........
##