CATATAN HUSAIN 1
Aku adalah suami yang sangat beruntung, memiliki istri yang masih terlihat cantik dan manis juga semakin lincah, meski sudah melahirkan 2 anak kami, badannya masih sangat indah dan langsing. Tidak tampak kalau ternyata sudah punya anak 2 dan usai pernikahan kami sudah hampir 17 tahun. Anak-anak yang semakin tumbuh dewasa, cantik-cantik, ganteng dan cerdas. Pekerjaan yang semakin mapan, dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, serasa kebersamaan ini semakin sempurna.
Kebanggaanku kepada Aisyah semakin bertambah dengan adanya kepercayaan yang diberikan kampus untuk mengelola sebuah komunitas baru di kampus. Kelincahannya dalam bergaul membuat aku menjadi iri, dan terkadang merasa minder.
Namun semua itu terkadang membuat aku menjadi khawatir bahkan cemburu, terlebih sekarang Aisyah lebih sering tidur malam, Aisyah sering OL. Dan aku merasa ada sesuatu yang aneh dari nya, namun aku tidak berani bertanya kepadanya, kami saling percaya.
Hingga pada suatu hari aku mendapati inbok nya masih terbuka, dan sempat aku membacanya, secara tidak sengaja, ada sapaan "Say.." dari seseorang di inboknya...... Hatiku perih, sakit sekali, beribu tanya menghinggapi otak ku. Apa yang Aisyah cari, apa yang tidak bisa aku berikan kepadanya, sehingga dia mempunyai seseorang yang sepertinya istimewa di hatinya. Panggilan itu tidak wajar, sepertinya da seseorang yang mencoba menggoda Aisyah.
Kubawa langkah kakiku sore itu pulang ke rumah dengan gontai, semangatku hilang, keinginanku bertemu dengan Aisyah lenyap. Setelah kerinduanku bermesraan denganya kutahan demi melihatnya menyelesaikan tugas kampusnya yang menumpuk katanya. Dumay menjadi tempat berbagi Aisyah yang memuaskan .... sepertinya demikian.
Aku menyadari, aku lebih sering meninggalkannya berserta tugas-tugas yang menumpuk, tanpa aku bermaksud untuk membantu meringankan pekerjaannya. Aku sudah terlalu lelah ketika sampai di rumah. Pekerjaan kantor yang semakin berat bebannya, harus aku tangani. Mungkin laki-laki ini memang selalu ada untuk menemani Aisyah, meski di dunia maya. Tapi mengapa Aisyah mau di panggil..... oh tidak...
RUMAH
Aisyah
Mas Husain hanya diam saja setelah sampai di rumah, tidak seperti biasanya. Aku mencoba menawarkan minum dia menolaknya. Di memilih langsung mandi dan beristirahat di kamar. Aku mencoba bertanya, namun dia hanya diam saja.
Aku biarkan dia dalam diamnya malam itu, aku sama sekali tidak mendekatinya, percuma saja aku ajak dia bicara, pasti dia tidak akan menerimanya. Aku menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan masalah ini. Mas Husain bukan anak kecil, bukan pula remaja yang dangkal cara berfikirnya, dia lebih dewasa, cara berfikirnya pun sangat luas. Sehingga aku percaya masalah ini akan dapat aku dan dia lalui dengan cepat.
Setelah semalaman Mas Husain diam, selepas sholat subuh aku kembali dekati dia, bertanya apa yang ingin dia sampaikan dan tanyakan secara langsung kepadaku. Ketidak suka an nya terhadap sapaan itu, sapaan itu bukan sapaan biasa. Mas Husain memintaku untuk menghentikannya.
Aku pun menyampaikan bahwa sebenarnya aku sudah mencoba melarangnya dan memintanya untuk tidak menggunakan sapaan itu, namun Aqil tidak mau, alasannya Aqil tidak punya maksud apa-apa, hanya ingin dekat saja, mencairkan suasana komunikasi kami.
Sebenarnya Mas Husain sudah tau bagaimana watak dan karakter Aqil, sehingga Mas Husain pun lebih mudah aku yakinkan bahwa aku tidak ada hubungan apa-apa denganya. Kami hanya berteman biasa, meskipun lebih dekat, dibandingkan dengan teman yang lain.
OOhhhh tidaaaak aku telah berbohong..... aku menyimpan rasa Mas....
Tapi tidak.... aku harus berjuang untuk melawan "rasa" ini. Aku harus bisa....
Husain
Aku enggan bicara dengan Aisyah, aku sangat kecewa, hatiku sakit. Sore itu aku tidak punya keinginan untuk menyapanya dan menerima tawaran minumnya. Aku hanya ingin mandi dan ingin segera berlalu malam ini. Berharap apa yang aku ketahui hari ini tidak terjadi, dan semua itu hanya mimpi.....
Akhirnya malam ini aku bener-bener diam, dan Aisyah tidak mencoba mendekatiku, merayuku, merengek untuk kembali bicara denganya. Ah..... jangan-jangan Aisyah benar-benar ada hubungan dengan laki-laki itu.
Sebenarnya aku tau siapa laki-laki itu, kami beberapa kali bertemu, bahkan Aisyah pernah mengajakku berkunjung kerumahnya. Tapi aku tidak menyangka kalau sampai sejauh ini hubungan Aisyah dengannya. Meski sebetulnya sudah lama aku melihat ekspresi bahasa tubuh Aisyah berbeda ketika sedang bersamanya, perhatian Aisyah kepadanya terlihat sangat spesial. sejak dulu Aisyah memiliki perhatian yang besar kepada semua teman-temannya, bahkan Aisyah sanggup membuat siapa saja yang dekat dengannya merasa GR.
Bagaimana tidak..... hampir semua laki-laki yang dekat dengan Aisyah di saat yang hampir bersamaan menyatakan keinginannya untuk memiliki Aisyah. Aisyah begitu semangat begitu linccah dan cekatan, sikapnya bener-bener mempesona. Laki-laki yang dekat dengannya akan merasa bahwa Aisyah mempunyai perhatian khusus. Wajahnya yang manis, tutur katanya yang sopan, penampilannya yang sederhana namun tetep modis. Aisyah bisa dengan sepenuh hati membantu siapa saja yang meminta bantuannya.
Aku benar-benar cemburu.....
Siapa dia Aisyah.... mengapa kau ijinkan dia menyapa "Say....."
Ku coba melalui malam ini dengan tidur, meski aku tidak bisa.Sampai subuh aku gelisah, dan Aisyah pun hanya diam.
Selepas sholat subuh Aisyah mulai mendekatiku, bertanya bagaimana perasaanku. OOhhhhh .... Aisyaaahhh... aku cemburu.....
Ku dengarkan dengan seksama penjelasannya, kusampaikan keinginanku agar sapaan itu di hentikan. Aisyah tidak berjanji apa-apa, dia hanya menyampaikan bahwasannya Aisyah sudah mencoba menghentikan dan meminta Aqil untuk mengganti sapaan itu dengan yang lain, namun dasar Aqil nya aja yang ndablek. Laki-laki ini sedikit aku kenal, dia uraan, kata-katanya kasar, dan sepertinya model orangnya seenaknya sendiri.
Penjelasan Aisyah mampu membuat aku percaya, dan yang membuat aku sangat senang dan bahagia Aisyah mengatakan :
Mas.... perlu mas ingat, aku tidak akan pernah menggantikan apa yang saat ini telah Allah berikan kepadaku, kamu, anak-anak dan keluarga kita, dengan apapun. Kau boleh menggantikanku atau menambah pendamping hidup selain aku, karena syaritnya ada dalam Al Qur'an. Tapi tidak denganku, cukup dirimu dalam hatiku seumur hidupku, tak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Kalau toh aku nanti sampai mencintai orang lain itu adalah kesalahan besar dalam hidupku, dan akan aku perbaiki dengan tetap bertekad mempertahankan apa yang aku miliki sekarang, dan semuanya ini tidak tergantikan oleh apapun. Mas boleh percaya dan boleh tidak, semua tergantung Mas, tapi kepercayaan Mas kepadaku akan membantuku menghadapi godaan yang ada di luar sana. Tapi Mas pernahkah Mas tau bahwa akupun pernah cemburu dengan Mas Husain???? sama Mas, aku pun mendapati kecemburuan itu di inbok mu, namun aku masih selalu percaya pada Mas Husain.
Oh...... tidak..... ternyata Aisyah juga cemburu, sama dengan ku. Tapi kapan dia membaca inbok ku. Dengan siapa dia cemburu... jangan-jangan.... inbok ku dengan..........
oh... tdak sayang aku tidak ada apa-apa dengan nya, aku hanya mencoba memberi perhatian kecil untuknya, tidak lebih dari itu, Oh maafkan aku, tenyata kau pun tersakiti oleh aktifitas dunia mayaku.
...............................