Rabu, 21 Mei 2014

Sebuah Status

Melihat wajahnya seakan tak percaya, bahwa ternyata wanita ini menyimpan cerita yang sangat mengejutkan. Awal perjumpaan ku dengan nya, aku mengira dia wanita yang masih singgel, masih gadis dan baru lulus SMU. Penampilannya sederhana, lebih terlihat maco, suka sekali memakai minyak kayu putih. Hampir satu tahun aku menjalin komunikasi denganya, namun baru beberapa hari yang lalu, aku mengetahui cerita hidupnya, yang bagiku sangat luar biasa.
.......
"Maaf bu, kedatangan kami ke sini bermaksud baik, sama sekali tidak ada kebencian, kami kemari ingin memberikan nasehat kepada putri ne Njenengan..... (mulai terdengar nada yang meninggi dan gemetar...)... Semua tuduhan yang Hani sampaikan lewat sms kepada saya sama sekali tidak membuat saya sakit hati, bahkan dendam. Saya sangat paham, isi sms itu lebih pada ungkapan kemarahan, kekecewaan, oleh karena itu saya memakluminya. Saya sangat sayang dengan Hani, dan sudah menganggapnya seperti adik saya sendiri, karenanya saya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada Hani. Seperti halnya apa yang terjadi kepada saya dan suami...."

Mulailah aku menangkap sinyal "ada rahasia" hidup yang bakal terungkap disini, aku harus siap mendengarnya dan tetap bersikap netral dan menjadi penengah, seperti tujuanku kemari. Aku menjadi pihak yang seolah tidak tau dan mencoba memberikan pemahaman ke semua pihak.

"Pak, Bu dan Bu Mar..... ketahuilah bahwa kami ini sebenarnya baru dinikahkan kemarin sore..."
Waaauuuuu.... seperti tersambar petir, lalu bagaimana dengan si kecil Rahmat, siapa laki-laki yang bersama Ayu...apa status mereka, dan masih banyak pertanyaan yang seketika bergelanyutan di fikiranku. Namun  dengan sabar aku menutup mulut dan kembali menenangkan diriku dan mendengarkan kelajutan cerita Ayu.

"Saya itu janda beranak dua, dan mas Wahyu duda beranak satu, kami sama-sama bercerai setahun yang lalu, dan resmi menikah kemarin, Rahmat anak kami berdua, sebelum terdaftar di catatan sipil, kami sudah menikah secara agama, sambil menunggu surat cerai kami berdua selesai diproses. Makanya kami berdua tidak menginginkan nasib yang sama terjadi pada Hani, pak, bu,.... Kalau memang Hani mencintai temen laki-lakinya itu maka harus jelas dulu apa status nya, jangan sampai Hani dipermainkan, dan ditinggalkan begitu saja, setelah hal-hal buruk terjadi dengan Hani.... "
Sejenak cerita Ayu terhenti dan mengalihkan pandanganya kepada saya " Bu Mar pasti terkejut kan, ya memang begini kisah hidup saya bu, biar Njenengan juga tau, saya itu dulu pernah hidup tidak bener, begitu juga dengan mas Wahyu...." Sambil masih dengan nada suara yang datar, dan santai saja, Ayu menceritakan kisahnya.
Tak kuat aku menahan pertanyaan akhirnya aku pun bertanya,
"Apa Alasan kalian berdua bercerai..."